17 September 2010

SEDIH.
Tatkala diri ini terasa dipinggirkan. Hilang tembok kekuatan. Runtuh tebing keutuhan. Maka robohlah mahligai kegembiraan. Musnahlah tirai kebahagiaan. Bila diri ini sedih dan sepi, siapa sahaja yang akan mengerti? Melainkan hati dan perasaan sendiri? Melainkan jiwa dan jasad ini? Siapalah yang dapat merasa duka yang tertanam dan luka yang terukir? Pedihnya. Bila yang diharap pergi, yang dikasih lari, yang tinggal hanya bayang-bayang, setia sejati. Alangkah indahnya jika sepi ini terisi, sedih ini berganti...